Jumat, 21 Januari 2011

Prinsip dasar CT Scanner


Prinsip dasar CT Scanner

Prinsip dasar CT scan mirip dengan perangkat radiografi yang sudah lebih umum dikenal. Kedua perangkat ini sama-sama memanfaatkan intensitas radiasi terusan setelah melewati suatu obyek untuk membentuk citra/gambar. Perbedaan antara keduanya adalah pada teknik yang digunakan untuk memperoleh citra dan pada citra yang dihasilkan. Tidak seperti citra yang dihasilkan dari teknik radiografi, informasi citra yang ditampilkan oleh CT scan tidak tumpang tindih (overlap) sehingga dapat memperoleh citra yang dapat diamati tidak hanya pada bidang tegak lurus berkas sinar (seperti pada foto rontgen), citra CT scan dapat menampilkan informasi tampang lintang obyek yang diinspeksi. Oleh karena itu, citra ini dapat memberikan sebaran kerapatan struktur internal obyek sehingga citra yang dihasilkan oleh CT scan lebih mudah dianalisis daripada citra yang dihasilkan oleh teknik radiografi konvensional.

CT Scanner menggunakan penyinaran khusus yang dihubungkan dengan komputer berdaya tinggi yang berfungsi memproses hasil scan untuk memperoleh gambaran panampang-lintang dari badan. Pasien dibaringkan diatas suatu meja khusus yang secara perlahan – lahan dipindahkan ke dalam cincin CT Scan. Scanner berputar mengelilingi pasien pada saat pengambilan sinar rontgen. Waktu yang digunakan sampai seluruh proses scanning ini selesai berkisar dari 45 menit sampai 1 jam, tergantung pada jenis CT scan yang digunakan( waktu ini termasuk waktu check-in nya).  
Gambar 2.2 Bagan Prinsip Kerja CT Scanner

Pemeriksaan CT Scan Orbita


Pemeriksaan CT Scan Orbita
Menurut Springer (1996), pada pemeriksaan CT Scan orbita dapat menggambarkan keakuratan struktur-struktur tulang orbita seperti pada muscles ophthalmic, bola mata, dan retroorbital fat.

Menurut Neseth (2000), Imejing dari orbita secara lengkap dibuat potongan axial dan coronal. FOV yang divisulisasikan dari gambaran lateral kepala, meliputi anterior bola mata sampai dengan posterior dorsum sella. Scan range yang digunakan adalah dengan irisan yang tipis untuk potongan coronal maupun potongan axial untuk meningkatkan kualitas gambar. Pada scan axial menggambarkan secara keseluruhan dari penebalan superior dari sinus maksilaris yang melalui superior orbita rim.

Sedangkan menurut Springer (1996), pemeriksaan rutin untuk orbita dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, dengan potongan axial dan potongan coronal, dengan slice thickness yang digunakan pada pemeriksaan CT Scan orbita tidak lebih dari 2 mm. Pemeriksaan CT Scan Orbita dapat digunakan untuk menentukan infraorbital foreign body dan untuk evaluasi dari trauma.
Slice thickness yang tipis (3 mm) lebih disukai untuk menggambarkan potongan axila dan coronal dari orbita, hal ini karena dapat memberikan penilaian dari lessi soft tissue dan dapat membantu untuk melihat batasan dari dinding tulang orbita. Beberapa institusi menggunakan slice thickness 1 mm pada scanning axial, kemudian mereformat untuk menghasilkan gambaran coronal atau sagital. Teknik reformat berguna ketika gambaran coronal tidak dapat dilakukan, namun kualitas gambaran reformat memiliki mutu yang lebih rendah dibandingkan dengan direct image (Seeram, 2001).
Pada klinis tumor/ infeksi scanning potongan axial 3-5 mm dari dinding inferior hingga dinding superior cavum orbita, sudut sejajar dengan nervus opticus atau menggunakan garis infraorbito meatal line, tanpa dan dengan kontras. Selanjutna dibuat potongan coronal 3-5 mm mencakup seluruh cavum orbita (www.radiografer.net, 2008).
Indikasi pemeriksaan CT Orbita (Jaengsri, 2004)
Kelainan struktur dari orbita, sisi dari orbita, trauma, benda asing.

Persiapan Pasien
Infomasikan mengenai prosedur pemeriksaan kepada pasien, pasien dianjurkan untuk puasa makan dan minum jika dalam pemeriksaan memerlukan injeksi media kontras.

Posisi Pasien
Atur posisi pasien dalam keadaan supine pada scanning axial, head first. Tempatkan kepala pada head holder, dagu fleksi dengan nyaman ke arah dada sehingga OML (Orbito Meatal Line) tegak lurus untuk scan axial dan supine atau prone pada scanning coronal dengan kepala dan leher ekstensi dan mengganjal pada holder.

Scannogram
Scannogram dapat dibuat antero posterior (AP) maupun lateral. Scannogram pada proyeksi AP akan dapat mengevaluasi apakah posisi objek sudah lurus dan berada di pertengahan. Sedangkan scannogram lateral bermanfaat untuk menentukan penyudutan gantry (Neseth, 2000).
   


Gambar 7. Scannogram CT Scan Orbita potongan axial dan coronal (Neseth, 2000)


Kamis, 20 Januari 2011

KONSEP DOSIS RADIASI


(Batan,2007.,Michael,2002)      
Besaran dan Satuan Dosis Radiasi
 1). Paparan
Paparan adalah kemampuan radiasi sinar X atau gamma untuk menimbulkan ionisasi di udara pada volume tertentu. Satuan paparan adalah coulomb/kilogram (C/kg)
2). Dosis serap
Dosis serap adalah energi rata-rata yang diserap bahan per satuan massa bahan tersebut. Satuan dosis serap adalah joule/kg atau gray (Gy)
3). Dosis Ekivalen
Dosis ekivalen merupakan perkalian dosis serap dan faktor bobot radiasi. Faktor bobot radiasi  adalah besaran yang merupakan kuantisasi radiasi untuk menimbulkan kerusakan pada jaringan/organ. Satuan dosis ekivalen adalah Sievert (Sv)
4). Dosis Efektif
Dosis efektif  adalah besaran dosis yang memperhitungkan sensitifitas organ/jaringan. Tingkat kepekaan organ/jaringan tubuh terhadap efek stokastik akibat radiasi disebut faktor bobot organ/jaringan tubuh (Wt) . Dosis efektif merupakan hasil perkalian dosis ekivalen dengan faktor bobot jaringan/organ. Satuan dosis efektif adalah Sievert (Sv)
5). Dosis Kolektif
Dosis kolektif adalah dosis ekivalen atau dosis efektif yang digunakan apabila terjadi penyinaran pada sejumlah besar populasi peduduk. Penyinaran ini biasanya muncul akibat kecelakaan nuklir atau kecelakaan radiasi. Simbol besaran untuk dosis kolektif adalah ST dengan satuan sievert-man (Sv-man).

Alat Ukur Radiasi
1). Surveymeter
         Surveymeter adalah alat ukur radiasi yang dapat menampilkan hasil pengukuran secara langsung  pada saat dikenai radiasi. Alat tersebut berfungsi untuk mengukur laju paparan radiasi secara langsung di tempat kerja.
2). Personel monitor
a). Pocket Dosimeter (Dosimeter saku)
Pocket dosimeter saku merupakan detektor isian gas yang bekerja pada daerah ionisasi dan menghasilkan tanggap secara langsung.
b). Film Badge
Film badge adalah detector yang berbentuk film photografi yang berbentuk emulsi butiran perak helida (AgBr).
c). Termo Luminiscence Dosimeter
Termo Luminiscence Dosimeter menggunakan bahan kristal an organik seperti LIF yang bila dikenai radiasi maka mempunyai proses sintilasi.

Selasa, 18 Januari 2011

Hakekat Tomography


Hakekat Tomografi
Tomografi adalah teknik radiografi untuk memperlihatkan struktur jaringan anatomi yang berada pada sebuah bidang jaringan dimana struktur anatomi diatas dan dibawahnya terlihat kabur ( Principles of radiographic Imaging An Art and science, 1992), sedangkan Menurut  Richard R Chalton (1992) , tomografi adalah teknik radiografi untuk memperlihatkan gambaran lapisan-lapisan tubuh tertentu dengan cara mengaburkan lapisan atas dan bawahnya. 

Prinsip tomografi adalah mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari suatu lapisan tertentu dari organ tubuh dengan cara menggerakkan 2 diantara 3 komponen,. 3 komponen tersebut adalah tube, kaset dan obyek. Tabung sinar x dan image receptor  ( kaset ), bergerak berlawanan arah pada sebuah titik yang dinamakan fulcrum ( pivot point ) fulcrum merupakan titik gerak dari tabung sinar x dan image receptor terkonsentrasi  (X-ray equipment for student  radiographer, 1975).    












Dari gambar diatas diterangkan tentang prinsip dan teknik tomografi,  yaitu pada permulaan eksposi tabung dan film  pada posisi T1 dan F1, selama eksposi tabung akan bergerak berlawana dengan film dan pergerakan keduanya akan berakhir pada posisi T2 dan F2. Focal plane adalah bidang yang berada tepat pada titik fulcrum. Struktur gambaran yang setinggi fokal plane akan terproyeksi jelas yaitu titik 2, sedangkan daerah diatas focal plane yaitu pada titik 1, dan dibawahnya titik 2 akan terproyeksi kabur. Dalam tomografi ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu pengaturan film dan pengaturan  fulcrum atau pivot point.

Pesawat tomografi terdiri dari beberapa bagian. Adapun bagiannya, sebagai berikut:
a.         Tiang penghubung ( Telescopic Rod ) adalah yang menghubungkan tabung rontgen dengan tempat kaset yang dapat bergerak sewaktu eksposi (  movement cassette tray ) , tiang penghubung ini menghubungkan fokus pada tabung sinar X sampai pada cassette tray.
b.        Fulcrum, merupakan titik gerak yang dapat diatur ketinggiannya sesuai dengan kedal;aman lapisan yang dikehendaki.
c.         Tabung sinar X , dapat bergerak sealama eksposi.
d.        Meja kontrol (  control table ) berfungsi mengatur faktor eksposi.
e.         Panel control berfungsi mengatur penyudutan tabung, jarak sinar X dengan meja, ketinggian fulcrum dan mengatur kolimasi. 

Jumat, 22 Oktober 2010

..♥:::Cintai Dalam Diammu:::♥..


..♥:::Cintai Dalam Diammu:::♥..

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,
cukup cintai ia dalam diam ...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia,dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..

karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH pilihkan untukmu ...

ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah

karena dalam diammu tersimpan kekuatan ...kekuatan harapan ...hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?

dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,biarkan ia tetap diam ...

'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...


*•*•*•*•*•*•*•*•*•*•*•*•*

Cinta.. hal fitrah yang dianugerahi pada setiap insan..dengannya sorg-ibu yang lemah bisa menjadi kuat dan mampu merawat anak-anaknya..dengannnya sorg-ayah yang begitu kekar bisa menjadi lunak dan pengasih pada anak dan istriya..

Cinta.. Cinta.. Cinta..Sikapi ia dengan cara yang syar’i.. agar tak salah dalam melangkah..

________________________

((•share by Ummu Saif & Arytha Rusianty))

Kamis, 27 Mei 2010

Tentang Profesi Teknisi Elektromedis

Tentang Profesi Teknisi Elektromedis

Disadur dari Biro Hukum & Organisasi Departemen Kesehatan R.I.
Web hukor.depkes.go.id

Pendahuluan

Pelayanan teknik elektromedik/biomedika yang merupakan bagian integral pelayanan kesehatan, telah mengalami perkembangan yang pesat baik dari sisi keilmuan maupun teknologi rekayasa pada bidang kedokteran/kesehatan seiring dan sejalan dengan era globalisasi.

Teknisi Elektromedis/biomedika sebagai profesi kesehatan dituntut untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional, efektif dan efisien. Klien secara penuh mempercayakan masalahnya untuk mendapatkan pelayanan teknik elektromedik/biomedika yang bermutu dan bertanggung jawab. Teknik elektromedik/biomedika sebagai profesi mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk menetapkan hal-hal yang berkaitan dengan ruang lingkup kegiatannya.
Guna meningkatkan kinerja profesi teknik elektromedik/biomedika salah satunya diperlukan standar profesi sebagai pedoman dasar setiap teknisi elektromedis dalam mengaktualisasikan diri dan sebagai hasil keluaran (outcome) yang diharapkan profesinya.

Standar Profesi
Profesi keteknisian elektromedis adalah suatu pekerjaan teknisi elektromedis yang dilaksanakan berdasarkan ilmu, kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan berjenjang, dan kode etik yang bersifat melayani masyarakat.
Menurut Barber, pengertian profesi mengandung esensi sebagai berikut :
1. Memiliki ilmu pengetahuan yang sistematik
2. Orientasi primer lebih cenderung untuk kepentingan umum/masyarakat dari pada kepentingan pribadi.
3. Memiliki mekanisme kontrol terhadap tingkah laku anggotanya melalui kode etik yang dibuat oleh organisasi profesi dan diterima sebagai kewajiban untuk dipatuhi.
Ketiga esensi tersebut ada pada profesi keteknisian elektromedis.

Jumat, 14 Mei 2010

renungan sore itu

Sore itu,
Saat sedang sendiri dikamar, sayup-sayup terdengar suara dari ta’lim pengajian dimasjid belakang kamar kost. Sedikit berkonsentrasi untuk menyimak, dan ternyata yang dibicarakan adalah tentang keadaan seorang istri yang shalihah, yang apabila dipandang oleh suaminya akan menyejukkan hati, memberikan ketenangan, begitulah keadaan istri yang shalihah. Subhanalloh...

“Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki? Yaitu, istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya, dan bila ia pergi si istri akan menjaga dirinya untuk suaminya”
(HR. Abu dawud)
“Dunia itu perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah”
(HR. Muslim)

Selasa, 13 April 2010

Kupersembahkan Bait-bait ini Untukmu Ummi Tercinta..

Kupersembahkan Bait-bait ini Untukmu Ummi Tercinta..


Ketika Ummi sekarang sudah mulai tua dan renta,
Dan bukanlah seperti Ummi yang dulu lagi..
Maka berusahalah mengerti dan bersabarlah sedikit terhadapnya..


* * *
Ketika pakaian Ummi sekarang kotor karena makanan,

dan ketika Ummi lupa cara memakai pakaian,

Ingatkah kamu bagaimana Ummi dahulu mengajarimu berpakaian di waktu kecil..?

Ketika Ummi berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar,

Maka bersabarlah mendengarkannya..

Ingatkah kamu ketika kecil, Ummi harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali diceritakan agar kamu bisa tertidur..?

* * *
Ketika Ummi memerlukanmu untuk membantunya,

Janganlah kamu menolak apalagi marah kepadanya..

Ingatkah kamu sewaktu kecil, ia harus bersusah payah agar bisa membantumu berhasil..?

Ketika Ummi tak paham dengan hal-hal yang baru,

Janganlah kamu sekali-kali menertawakannya..

Pikirkanlah bagaimana dulu Ummi begitu sabar menjawab setiap pertanyaan “MENGAPA” darimu..
* * *

Ketika Ummi kini tak dapat berjalan,

Ulurkanlah tanganmu yang masih kuat untuk memapahnya..

Ingatkah kamu sewaktu kecil, Ummi senantiasa memapahmu agar kamu bisa belajar berjalan..

Ketika Ummi lupa akan apa yang sedang dibicarakan,

Berilah Ummi waktu dan kesempatan untuk mengingatnya..
Karena sebenarnya bagi Ummi, apa yang dibicarakan tidaklah penting asalkan kamu disampingnya mendengarkannya, Ummi sudah puas..

* * *

Ketika kamu memandang Ummi mulai menua dan tak berdaya, janganlah bersedih,

Mengertilah, dukunglah Ummi seperti Ummi menghadapimu ketika kamu mulai belajar melihat kehidupan ini..
Ingatkah waktu itu Ummi memberi petunjuk bagaimana cara menjalani kehidupan ini..?

Sekarang temanilah dirinya dalam menghabiskan sisa-sisa hidupnya..

Berilah Ummi ketulusan cinta dan kesabaranmu, Ummi akan memberikan senyuman terindah untukmu,

Dalam senyumnya terdapat rasa bangga dan kebahagiaan cinta yang tak terhingga untukmu..

Yang tak akan lekang oleh waktu..bahkan ketika ajalnya telah diambang pintu..

Ummi, Ananda sangat mencintaimu….

Bandung, 2 April 2010

dr.Abu Hana El-Firdan

SUMBER : Notes beberapa teman di facebook, diedit dan diberi tambahan oleh dr.Abu Hana dan dipublikasikan di http://kaahil.wordpress.com

Baca juga : http://kaahil.wordpress.com/2009/12/03/kupersembahkan-bait-bait-ini-untukmu-abi-tercinta/

* * * *

Selasa, 09 Maret 2010

image reconstruction system

IMAGE RECONSTRUCTION SYTEM pada SIEMENS CT-SCAN SENSATION SYSTEM

Detektor
Ada beberapa tipe komponen yang dapat digunakan untuk mendeteksi sinar-X yaitu:

1. PMT (Photo Multiplier tube)
Detektor jenis ini tidak digunakan lagi dalam mesin CT-Scan modern. Detektor jenis ini hanya merupakan tabung vakum yang besar yang tidak mampu secara langsung mengubah sinar –X yang diredam menjasi sinyal elektrik yang berguna. Alat ini didesain untuk merespon terhadap cahaya tampak. Sehingga, PMT harus benar-benar dibuat sehingga terlindung dari semua sumber cahaya dari luar. Selain itu, alat ini harus disambungkan secara mekanik dengan kristal scintillasi. Kristal ini mampu menghasilkan cahaya tampak pada proporsi intensitas sinar-X yang mengenainya, dan efisiensi dari keseluruhan alat ini hanya berkisar sekitar 50%. Jika terjadi kebocoran cahaya, atau sambungan dengan kristal tidak benar, maka efisiensi akan menurun, dan jika ini terjadi, alat ini harus diganti.

2. Detektor Solid State (Scintillation Crystal)

Prinsip kerjanya tak jauh beda dengan PMT. Detektor solid state tersusun atas barisan-barisan atau array-array yang masing-masing terdiri atas kristal scintilasi (berkilau) yang disambungkan tepat pada permukaan dioda cahaya yang sangat sensitif. Tiap elemen detektor disebut channel.
Prinsip kerjanya:
- jika suatu kuanta sinar-X diserap oleh kristal dan menghasilkan photon-photon cahaya tampak.
- Jumlah photon-photon cahaya tampak ini tergantung oleh energi yang diserap oleh kristal
- Kuanta cahaya tampak sampai pada dioda cahaya secara langsung atau setelah memantul pada dinding kristal yang dapat menahan kuanta cahaya agar tidak keluar, dan menghasilkan arus listrik pada kisaran 0 – 2 µA
- Arus inilah yang kemudian diukur dan diproses pada sistem elektronika akuisisi data.
Sambungan antara kristal dan dioda cahaya biasanya merupakan sambungan khusus agar tidak ada cahaya yang keluar, dan tidak berubah menjadi arus listrik. Dioda cahaya ini sendiri disolder di atas PCB yang langsung menuju sistem akuisisi data. Keseluruhan array detektor ini diletakkan dalam ruang yang tahan cahaya. Alat ini mampu mempertahankan efisiensi sampai 90%, dan tipe ini yang sampai sekarang masih digunakan di alat CT-scan modern, termasuk alat yang saya bahas ini.

IMAGE PROCESSOR

IMAGE PROCESSOR

Image processor memiliki tugas yang sangat banyak,mulai dari menghasilkan data dari DAS yang bebas dari semua ketidakteraturan induksi mesin. Tahap pertama ini disebut ‘preprocessing’. Kemudian dilanjutkan dengan menerapkan algoritma matematika yaitu proses konvolusi, seperti proses pemfilteran data digital untuk semua data. Hal ini samgat diperlukan untuk tahap terakhir. Akhirnya, data kembali dilewatkan pada proses matematika yang disebut dengan “backprojection”, sehingga hasil akhirnya seperti yang terlihat pada layar monitor. Hal ini merupakan suatu penjelasan yang simple untuk sistem yang sangat kompleks ini. Kebanyakan tugasnya dikerjakan oleh teknologi PC dengan tambahan hardware yang khusus.


Sebuah image processor tidak hanya satu komputer tunggal, tetapi merupakan gabungan beberapa komputer yang tersusun menjadi array komputer. Hal ini dimaksudkan untuk memroses data yang sangat banyak dalam waktu yang sangat singkat. Hal inilah yang membedakannya dengan PC biasa. Semua sistem CT biasanya memiliki komputer host untuk menjalankan program yang membuat user dapat menscan dan mengarsipkan image, dan langsung memroses iamge dengan aktual. Kita dapat memisahkan fungsi umum image processor menjadi beberapa grup-grup fungsional seperti berikut:
1. Penerima
2. Tahap preprocessing
3. Tahap konvolusi
4. Rekonstruksi image ( backprojection)
5. Display/video image

Penerima merupakan bagian yang berkebalikan dengan bagian pemancar di DAS.Processor ini bekerja paralel 32 bit. Fungsi utama receiver adalah untuk mengumpulkan data ketika data-data terset datang dari DAS, mem-buffer-nya, membuang informasi kontrol data, dan mengubahnya ke dalam data parallel, karena data tersebut dikirimkan secara serial. Kemudian data diteruskan ke proses selanjutnya yaitu “Preprocessing”.