Selasa, 09 Maret 2010

GRID BIAS CONTROL

GRID BIAS CONTROL (MC-50 CONT 503-01366 5/6, M125LH-50 503 01324)
PENGONTROL NEGATIF GRID

            MC125L-50 menggunakan tabung x-ray triode. Sinar-x nya dimatikan dan diekspose dengan menentukan ON/OFF tegangan negatif ke grid dari tabung x-ray triode. Negatif gridnya terpengaruh seperti mengikuti. Pertama, tegangan DC rendah dikonversikan ke tegangan AC frekuensi tinggi oleh FET inverter. Keluaran AC frekuensi tinggi naik dengan transformator grid didalam transformator tegangan tinggi, disearahkan oleh penyearah dan mempengaruhi grid.
 

>M2 berosilasi sebesar 18kHz. Ketika sinyal pengontrol grid high (H) masuk ke pin 5(Data) flip-flop M3, pin 1 (Q) M3 H saat pulsa output M2 muncul.

>Gelombang osilasi 18kHz keluar dari pin 3 M4. Outputnya masuk ke pin 11 (clock)M3 dan pin 9 dan 13 M4.


>Saat pin 11 M4 H, pin 16 M5 L, LED D105 FE14 nyala. Pada saat yang bersamaan arus mengalir ke input photocoupler M107 dan M109 untuk mengaktifkan FET Q9 dan Q11.

>Saat pin 10 M4 H, pin 15 M5 L dan LED D106 FE23 nyala. Pada saat yang bersamaan arus mengalir ke input photocoupler M108 dan M110 untuk mengaktifkan FET Q10 dan Q12.


>Kejadian tersebut mengubah output DC/DC converter sebesar 24v DC mnjadi AC 9kHz. Gelombang output ini keluar di pin D0 dan D1, lalu masuk ke trafo grid dalam trafo tegangan tinggi melalui J36.

>Supaya bisa mendapat negatif grid yang stabil setiap waktu, tegangan output dari baterai distabilkan dengan DC/DC converter, tegangan DC yg distabilkan digunakan sebagai tegangan input ke FET inverter melalui J22. Ini membuat tegangan grid selalu stabil walaupun tegangan dibaterai berfluktuasi.



 

Gambar 3.10.2 menunjukkan rangkaian NEGATIF GRID

>Pulsa output FET inverter masuk ke trafo grid T3 didalam generator tegangan tinggi melalui J36.

>Tegangan naik di T3 disearahkan oleh diode bridge D3 D4 D5 D6.


>R1 R2 R3 fungsinya untuk mengosongkan muatan listrik yang di charge saat sinyal control grid OFF dan FET inverter berhenti berosilasi.

>D2 berfungsi agar arus mengalir ke katode x-ray tube untuk melindungi kabel tegangan tinggi dan rangkaian grid ketika terjadi ekspose dan tegangan positif diberi ke grid.

Cara kerja rangkaian :

1.      Siklus pertama : D1 (+) dan D0 (-)
maka arus mengalir dari T3 (+) – D6 – katode – grid – D3 – T3 (-).
2.      Siklus kedua : D1 (-) dan D0 (+)
maka arus mengalir dari T3(+) – D4 – katoda – grid – D5 – T3(-).

Pengisian kondensator tegangan tinggi dimulai jika ada sinyal charge CCHA dan ketika tegangannya telah mencapai 40kV atau lebih, sinyal kontrol grid  GDON keluar (H ->L) dari CPU XSYS-86, maka FET inverter mulai berosilasi.

Grid dinegatifkan sebesar 2,700v terhadap katode x-ray tube. Ketika sinyal ekspose x-ray masuk dari CPU, sinyal GDON OFF (L -> H). Sejak FET inverter grid berhenti berosilasi dan tegangan grid menjadi nol, arus tabung mengalir dan terjadilah EKSPOSE. Ketika nilai mAs sudah mencapai nilai yg ditentukan, setelah ekspose, sinyal GDON keluar, grid menjadi negatif 2,700v. Tegangan tinggi mati dan ekspose berhenti.

Tidak ada komentar: